Dialog Iman #18: Mata

September 24, 2020



Kemarin sore saya menceritakan kisah Abdullah bin Ummi Maktum ke A1 (7y7m). Dan A1 menyimak dengan semangat.. Setelah selesai berkisah saya bertanya tentang ibroh dari kisah tersebut. A1 menjawab, "Mm.. tidak boleh berpaling walaupun orang itu buta."

"Hm.. ya.. ada lagi?" tanya saya.

"Mi, memangnya pemuka itu pada masuk islam?"

"Subhanallah.. itulah hikmahnya nak. Rasulullah dihadapkan pada 2 pilihan. Namun ternyata pilihan Rasulullah belum tepat sehingga Allah tegur di surah Abasa. Bahwa seorang yang memiliki kekurangan fisik sekalipun berhak mendapatkan perhatian & dakwah. Bisa jadi ia lebih utama dibandingkan dengan yang banyak atau fisiknya sempurna. Buktinya pemuka-pemuka Quraisy itu masih jahil." Jelas saya.

"Sekarang matanya ummi tutup ya." Saya ajak A1 berjalan lalu duduk dan belajar.

"Gimana rasanya nak kalau ternyata nggak bisa melihat."

"Nggak enak mi." jawab A1.

"Terus menurut A1 nggak bisa melihat itu baik atau buruk?"

"Hm.. buruk, eeeh baik.." jawabnya ragu.

"Tergantung.."

"Maksudnya Mi? tanyanya penasaran.

"Coba hikmah nggak bisa melihat apa?"

"Terhindar dari melihat yang haram."

"Yup, nah berarti di saat A1 nggak bisa melihat ada kebaikan di situ. Kalau hikmah bisa melihat kita jadi bisa beribadah dengan leibih mudah. Jadi di setiap kekurangan pasti ada kelebihan, begitu juga sebaliknya. Seperti Abdullah bin Ummi Maktum kelebihan apa yang Allah berikan kepadanya?"

"Mm.. menjadi pemimpin di saat Rasulullah pergi berperang."

"Maa syaa Allah ya, walaupun nggak bisa melihat, nggak menghalanginya menjadi seorang yang bermanfaat bahkan menggantikan Rasulullah menjadi walikota ketika pergi berperang. Ada lagi?"

(Hening)

"Beliau juga seorang muadzin kan?"

"Oh iya."

"Nah, Alhamdulillah karena Allah udah karuniakan mata yang bisa melihat untuk kakak, matanya akan A1 gunakan untuk apa?

"Beramal shalih, membaca Al-Qur'an, Baghdadiyah, melihat yang baik-baik."

"Maasyaa Allah, barakallahu fiik.."

"Nah kira-kira, mata bisa jadi buruk saat digunakan buat apa?"

"Melihat yang haram."

"Jadi walau bisa melihat, kita bisa aja melakukan keburukan sehingga ternyata orang yang buta bisa lebih baik dari kita."

Dialog sore itu saya tutup dengan renungan pribadi, "Mata ini sudah digunakan untuk apa saja?"

You Might Also Like

1 Comments