Pengalaman Belajar Privat Class Fashahatul Lisan Indonesia Al-Qur'an Center (IAC)

September 27, 2020



Sadar banget kalau saya butuh perbaikan dalam membaca Al-Qur'an, pas ada bundahers yang ngeshare poster Fashahatul Lisan di grup ibu-ibu sekolah, langsung bikin saya pengen ikutan kelasnya. Dulu tahun 2015 pernah ikut kelas tahsin tapi nggak sampai tuntas, jadi ya bacaannya masih gitu-gitu aja. After ikut kelas FL ini, langsung nyeletuk dalam hati, "Panteees Al-Qur'an kemaren-kemaren belum jadi syifa, lha hurufnya aja banyak salahnya.. Huruf lho, belum masuk ke tajwid." 

Awalnya hampir aja nggak jadi ikut kelas ini, karena jadwal belajarnya bentrok dengan kajian suami di sekolah. Saya nggak bisa konsen belajar kalau bawa A3 (saat itu berusia 3 tahun), maklum A3 lagi aktif-aktifnya. Suami pun begitu. Sempet tuh mundur. Sedih? Ya iya. Tapi akhirnya ridha sambil usaha do'a, "Ya Allah, hamba butuh banget kelas itu.." Kali-kali aja rejeki.

Beberapa hari setelahnya teman saya mengabari kalau hari belajarnya pindah. Yang awalnya Selasa jadi Senin, karena pengajarnya bisanya Senin. Maasyaa Allah Alhamdulillah benar-benar rejeki... bersyukur luar biasa. Cuss saya daftar kelasnya.

Soal pengajar juga ada ceritanya. Berhubung kami ibu-ibu dan ada yang berniqob, pengennya pengajar dari Ustadzah. Tapi qadarullah, Ustadzahnya berhalangan karena jarak yang cukup jauh. Maklum lokasinya kan di Ngamprah, Cimahi. Beliau lagi hamil dan sempat pendarahan. Sementara Ustadzah yang lain belum ada yang bisa. Akhirnya kami diajari seorang Ustadz.

Alhamdulillahnya beliau nggak keberatan niqobers ikut belajar. Walau memang afdholnya dibuka karena belajar huruf perlu merhatiin gerak rahang & bibir. Yaaa.. never mind laah.. Pengennya juga dibuka kalau sama Ustadzah. Kalau sama Ustadz ya gini aja, ya Teh Rinda ya.. lha saya yang nggak pakai niqob aja risih (baca malu), hihi. Sempat tuh pertengahan pertemuan sampai akhir saya pake masker, karena nggak nyaman. Afwan ya tadz.. muridnya nakal. Biar bebas mau mangap mengaga kayak apapun, wkwkwkwk...

Hari demi hari, day by day pun berlalu. Membaca Al-Qur'an jadi berasa beda feelnya. Jadi apa aja yang udah saya pelajari di kelas Fashahatul Lisan? Mau saya ceritain sekarang? Atau di tulisan berikutnya? Krik.. krik.. perasaan yang di atas unfaedah semua ya. Jadi menyesalkah anda membaca tulisan ini? *Keluar tanduk. Tenang.. tenang.. Kita masuk sesi penyeriusan diri, saatnya berubah, wuuusszz..

Hari pertama kami diberi penjelasan tentang huruf. Oh iya, Ustadz yang mengajari kami adalah Ustadz Ammar Mushawwir Al-Hafizh. Untuk mengetahui perjalanan beliau membersamai Al-Qur'an bisa di baca di postingan saya sebelum ini..

Baca juga PERJALANAN USTADZ AMMAR MUSHAWWIR DALAM MEMBERSAMAI AL-QUR'AN

"Huruf itu adalah elemen penting, fondasi awal, ujung sesuatu." Jelas Ustadz Ammar.


Panjang kan urusannya, dari salah di pengucapan huruf bisa kena getah semuanya. Tugas kita adalah menjaga huruf-huruf Al-Qur'an ketika membacanya. Huruf adalah suara yang disandarkan dari makhroj. Makhroj itu tempat keluar.

Jadi inget jaman jahil.. dulu waktu anak pertama & kedua masih baby, kan kalau nangis kejer suka panik. Bacain ayat Qursi.. Tri Kul.. nggak mempan.. terus disaranin para senior buat kasih bawang putih di dahi baby, di taruh deket bayi bahkan dikasih peniti ditempel di baju. Dengan ragu-ragu akhirnya saya kerjain. Hallo buibu, syirik bu syirik.. bukan masalah setan takut sama bawang putihnya, tapi bacaan Qur'annya yang belum benar.. jleb! Masa Qur'an kalah sama bawang putih, hiks. Semoga Allah mengampuni saya....

Terus juga semisal hati masih belum tenang pas baca Qur'an, pas sakit baca Al-Fatihah nggak mendingan, coba cek ricek lagi bacaannya.... Jangan baper jangan sensi. Bahaya luar biasa menanti nih.., ketika kita menyandarkan diri kepada selain-Nya dan meragukan kehebatan-Nya, kira-kira apa jadinya. Na'dzubillahiminzaliik..

Sebenarnya masih banyak lagi yang dibahas di kelas, kayak gimana cara ngebaca huruf-huruf sukun & MaSiTeTi (Makhroj - Sifat - Tebal - Tipis).


Tapi nggak seru ah kalau saya jabarin semua di sini. Biar Ummahaat makin penasaran, terus ikut kelasnya juga, hehe. Lagi pula kelas privat ini berjalan selama sekitar 3 bulan, dengan durasi pertemuan satu kali seminggu. Kalau nggak salah kita tuh belajarnya bulan September atau Oktober 2019 dan beresnya Akhir Desember. Lalu di bulan Januari atau Februari lanjut tadarus buat ngeliat pengamalan dari Fashahatul Lisannya. Di bulan Maret kita mulai stop tadarus offline karena Covid-19 mulai nongkrong di Indonesia. Syukur Alhamdulillah bisa tetap lanjut dengan tadarus online via Voice Call Whats App dan sesekali via Zoom. Beberapa hari yang lalu juga ada Dauroh Muroja'ah Kita (DMK) yang dibimbing langsung oleh Ustadz Ammar. 

Belajar Fashahatul Lisan ini nggak sesulit yang dibayangkan. Alhamdulillah sharing dari senior yang ada di kelas, FL IAC ini lebih mudah karena di sini kita diajari mengucapkan huruf secara natural. Misal nyebut kata gigi, natural aja kan, buka ditarik banget bibirnya sampe belakang. Nah, gimana hasilnya setelah saya belajar FL? 

  • Bacaan lebih berkesan sampai ke hati
  • Feelnya beda dari sebelum belajar
  • Bacaan sholat jadi lebih khusyuk
  • Penyakit hati mudah pergi karena bacaannya udah mulai oke. Obat tazkiyatun nafs kan ya. Ketika bacaan Qur'annya udah bener baru deh berasa efeknya.

Oh iya, hampir aja lupa. Pembina IAC ini adalah Syaikh Khanova Maulana Lc. Al-Hafizh. Beliau lulusan Universitas Al-Azhar Cairo Mesir. Sebelum ikut kelas tahsin, ada baiknya Ummahaat melihat apakah lembaganya memiliki sanad atau nggak. Karena sanad adalah hal yang sangat penting. Apakah sudah bersandar kepada Rasulullah atau belum. Maasyaa Allahnya Syaikh Khanova udah terwarisi:

- 2 Kitab Ijazah dan Sanad Al-Qur'an dengan Qiraat Asyrah Kubra

- 3 Kitab Ijazah dan Sanad Al-Qur'an dengan Level Qiraat Asyrah Sughra

- 9 Kitab Sanad Al-Qur'an khusus dengan riwayat Hafs' an Ashim deingan thariqah Syatibi (sughra) dan Thayyibah an nasyr (kubra).

Syaikh Khanova juga memiliki sanad A-Qur'an tertinggi di Indonesia, 28 generasi antara beliau dengan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Selanjutnya Ummahaat bisa baca profil beliau lebih lanjut di web IAC atau buku-buku karya beliau. Maasyaa Allah.... Usia beliau sama dengan saya, tapi saya punya karya apa ya? T_T 

Untuk informasi pendaftaran dan biaya kelas yang saya ikuti, Ummahaat bisa langsung berselancar ke web IAC. Sedikit gambaran bisa Ummahaat baca di poster berikut ini.


Lebih detail bisa langsung klik link di bawah ini:

Kelas Fashahatul Lisan IAC

📞 CONTACT PERSON

Klik untuk mengirim pesan via WhatsApp

081210000304 (Call Center IAC)


Semangat menjadi sahabat Qur'an ya Ummaahat Fillah.

Mengutip dari tadabburqur'anid, "Al-Qur'an itu seperti sahabat. Semakin kita sering bersamanya, semakin kita tahu rahasia-rahasianya. Seorang sahabat, tak mungkin membuka rahasianya pada orang yang bertemu beberapa menit kemudian pergi."

You Might Also Like

0 Comments