Sedikit Namun Berkah

October 22, 2020

 

Bismillahirrahmanirrahim....

Ajaib! Ketika memulai tulisan dengan bismillah ternyata membuat kalimat lebih tertata. Berat rasanya jika menuliskan kata-kata tanpa makna. Berat rasanya jika menuliskan hal-hal yang Allah tidak suka. Sulit rasanya jika haha hihi saja. Semoga berkah & bernilai ibadah jika dimulai dari bismillah....

Sore ini di temani secangkir teh telang dan gerimis, saya menulis dengan hati yang basah. Menemukan kembali cara yang seharusnya saya lakukan sedari lama. Menulis dengan rasa~

Hai teman, kali ini saya akan berbagi tentang rasa itu. Yang sedikit namun semoga berkah. Saya.... Seringkali bingung, setiap kali belajar, saya merasakan diri ini fakiiiir sekali. Sehingga saya merasa waktu yang saya punya tidak akan pernah cukup untuk belajar. Seringnya saya mem-push diri untuk banyak membaca dan mendegar kajian. Tapi pada akhirnya bingung. Kebingungan yang melahirkan kebingungan berikutnya, lalu saya pun lupa. Hingga belajar itu pun saya lupakan. Beralih dengan kesibukan harian yang sebenarnya tak terlalu sibuk.

Lalu, kerinduan akan belajar hadir lagi. Dengan perasaan yang sama, fakir tapi waktu tak akan pernah cukup untuk mengenyangkan kelaparan saya akan ilmu. Hingga pertolongan Allah datang. Perlu sekian kali belajar dan niat yang benar hingga saya bisa sampai kepada cara yang semestinya. Tahapan, ya dengan tahapan....

Saya menyimpulkan bahwa Allah tidak menuntut saya memiliki banyak ilmu. Tapi lebih kepada keberkahan ilmu. Dimulai dari belajar adab lalu mengamalkannya. Lalu belajar iman lalu mengamalkannya. Seperti halnya menggunakan sepatu. Memasangkan adab terlebih dahulu, lalu ilmu di sisinya. Adab sebelum ilmu. Memasangkan iman sebelum Qur'an. Pengandaian yang sederhana dari seorang guru namun memahamkan saya. Ketika berjalan, saya memerlukan kedua sepatu tapi kaki kananlah yang saya pakaikan sepatu terlebih dahulu.

Jangan terburu-buru, sekali lagi jangan terburu-buru. Karena keberkahan ilmu juga terlihat dari peng-amalanmu. Semangat wahai diri... Kokohkan pondasimu. Mengutip perkataan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, "Ketika ujian datang, ia guncang, sebabnya adalah amalan hati yang lemah dan iman yang rapuh." Belajar sesuai tahapannya sebagai mana turunnya Al-Qur'an yang bertahap pula. Belajarlah bertahap sebagaimana surat-surat Makiyyah turun, yang berbicara tentang keimanan baru berbicara tentang syariat dan muamalah.

You Might Also Like

0 Comments