Mengambil Inspirasi dari Rumah Cahaya

July 08, 2021


 


"Um... Bagi tipsnya dong gimana caranya biar bisa sabar ngadepin anak-anak.."

Sering nggak um, kita bertanya atau ditanya seperti pertanyaan di atas?

Sebelum mengajukan pertanyaan, ada baiknya kita ulik-ulik dulu tentang -si tips- satu ini.

Dikutip dari Buku Inspirasi dari Rumah Cahaya karya Ustadz Budi Ashari Lc., "Tips itu ibarat cincin permata yang indah yang dimiliki oleh seseorang. Cincin itu terlihat sempurna. Di tangan pemiliknya, terlihat sangat pas. Tapi saat cincin itu diberikan kepada orang lain, bisa jadi cincin itu pas dan memang indah. Atau sebaliknya, kebesaran. Atau tidak sesuai dengan bentuk, corak jari dan warna kulit, misalnya. Begitulah, tips itu seringkali merupakan pengalaman pribadi. Pengalaman tiap orang bisa berbeda-beda. Jadi, seharusnya tips itu ditempatkan hanya sebatas pengalaman pribadi...."

Apakah ada yang salah dengan pengalaman pribadi? Enggak kok nggak salah.. hanya saja kita harus jeli melihat konsepnya dari mana. Contoh mudahnya, teori atau konsep asing yang pakarnya terbiasa menegak minuman keras, free sex, dan lain sebagainya ditambah sample penelitian yang kebiasaannya nggak jauh berbeda. Maukah kita mengikutinya? 

Konsep yang benar akan melahirkan tips yang benar juga. Sehingga pengalaman berharga setiap keluarga sudah berdasarkan konsep tersebut. Konsep apakah itu?

Parenting Nabawiyyah.

Melahirkan tips yang telah dicoba oleh manusia terbaik, Rasulullah ﷺ, generasi terbaik, para sahabat & generasi islam setelahnya. "Ini adalah jaminan yang tidak bisa diberikan oleh tips manapun. Setelah itu, barulah kita bertanya atau berbagi bersama tentang pengalaman kita & keluarga." Lanjut Ustadz Budi.

Semoga Rumah Cahaya itu adalah rumah-rumah kita. Rumah yang menjadikan Parenting Nabawiyyah sebagai pedoman dan konsep utamanya.

You Might Also Like

0 Comments